IHSG

Sorotan terbaru dari Tag # IHSG

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar Internasional
Internasional
Kemarin

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Jakarta, katakabar.com - Setiap kali pasar keuangan memasuki masa gejolak, satu pertanyaan yang sama selalu muncul di benak banyak investor: ke mana sebaiknya dana ditempatkan agar lebih tahan terhadap guncangan? Menengok ke belakang, tiga periode krisis besar yang dialami pasar Indonesia, yaitu krisis keuangan global 2008, pandemi 2020, dan volatilitas pasar 2024, memberikan gambaran yang menarik mengenai bagaimana emas dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak ke arah yang sering kali berlawanan. Babak Pertama: Guncangan Global 2008 Krisis keuangan global 2008 menjadi salah satu ujian terberat bagi pasar saham di hampir seluruh dunia. Tekanan yang berawal dari sektor keuangan negara maju merembet dengan cepat ke berbagai bursa, termasuk Indonesia. IHSG mengalami koreksi yang dalam seiring meningkatnya kehati-hatian investor secara global. Pada periode yang sama, harga emas dalam denominasi dolar AS justru bergerak menguat. Banyak pelaku pasar internasional mengalihkan sebagian dananya ke aset yang dianggap lebih defensif ketika ketidakpastian meningkat. Inilah kali pertama dalam ingatan banyak investor modern, pola pergerakan emas dan saham yang berlawanan arah terlihat begitu jelas. Babak Kedua: Tekanan Pandemi 2020 Lebih dari satu dekade kemudian, pandemi 2020 kembali menghadirkan tekanan yang luar biasa pada pasar keuangan dunia. Dalam waktu singkat, IHSG sempat turun tajam ketika kekhawatiran menyebar lebih cepat daripada kepastian. Pola yang serupa dengan 2008 pun terulang. Di tengah gelombang ketidakpastian itu, harga emas global sempat menyentuh kisaran rekor tertingginya, sementara harga emas dalam rupiah juga mencatat penguatan. Bagi sebagian investor, emas kembali menjalankan perannya sebagai salah satu aset penyeimbang ketika kelas aset lain berada di bawah tekanan. Babak Ketiga: Dinamika Pasar 2024 Berbeda dengan dua periode sebelumnya, 2024 tidak ditandai oleh satu guncangan besar, melainkan oleh dinamika pasar yang lebih beragam sepanjang tahun. IHSG menutup tahun dengan koreksi tipis. Pada saat yang sama, harga emas, baik secara global maupun dalam bentuk emas Antam, melanjutkan tren penguatan yang cukup konsisten. Rangkuman berikut memberikan gambaran umum atas pola pergerakan kedua aset selama tiga periode tersebut. Konteks Sering Terlewat: Pola Bukan Jaminan Meski pola di atas terlihat berulang, penting untuk dipahami bahwa hal ini bukan jaminan akan terjadi kembali dengan cara yang sama. Sejumlah studi akademik di Indonesia justru menunjukkan peran emas sebagai aset lindung nilai bersifat kontekstual. Pada beberapa periode, kekuatan hubungannya dengan pasar saham tidak selalu konsisten. Temuan ini memberi pelajaran berharga: tidak ada satu pun kelas aset yang dapat dianggap sepenuhnya bebas risiko. Setiap aset memiliki karakteristik, kelebihan, dan keterbatasannya masing-masing, yang perlu dipahami sebelum keputusan investasi diambil. Market Insight Ada beberapa pelajaran yang dapat dibaca dari ketiga periode tersebut. Pertama, pada masa tekanan pasar yang luas, emas dan saham kerap bergerak ke arah yang berbeda, sehingga keduanya dapat saling melengkapi dalam sebuah portofolio. Kedua, besarnya pergerakan tidak pernah sama di setiap krisis, sehingga mengandalkan satu skenario tunggal berisiko menyesatkan. Ketiga, dan yang paling konsisten muncul, adalah pentingnya diversifikasi. Dengan menyebar penempatan dana pada beberapa kelas aset yang memiliki karakteristik berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk membangun portofolio yang seimbang dalam menghadapi berbagai kondisi pasar. Menurut tim Research Valbury, data historis sebaiknya dipahami sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai ramalan. Hal yang ingin terus didorong adalah literasi keuangan, agar masyarakat memahami karakteristik setiap aset beserta risikonya, dan dapat mengambil keputusan yang lebih bijak sesuai dengan profil masing-masing.

IHSG Melemah, Pasar Kripto Menunjukkan Ketahanan Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 21 Maret 2025 | 09:03 WIB

IHSG Melemah, Pasar Kripto Menunjukkan Ketahanan

Jakarta, katakabar.com - Pasar saham Indonesia menghadapi tantangan signifikan. Di sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (18/3), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami trading halt setelah melemah 5,02 persen ke level 6.146. Sebanyak 581 saham mengalami penurunan, sementara 105 saham mencatat kenaikan. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar yang masih penuh dengan ketidakpastian. Di sisi lain, pasar kripto menunjukkan pergerakan yang lebih stabil. Kapitalisasi pasar kripto baru-baru ini meningkat sekitar $50 miliar dalam 24 jam terakhir, dengan total kapitalisasi saat ini mencapai $2,67 triliun. Meskipun sentimen pasar masih beragam, indikator bullish menunjukkan potensi pergerakan positif lebih lanjut. Bitcoin dan Pergerakan Pasar Kripto Menurut data Tokocrypto, harga Bitcoin saat ini diperdagangkan pada $83.166, sedikit di bawah level resistensi utama $85.000. Jika momentum pasar tetap kuat, ada potensi Bitcoin menembus level ini dalam beberapa hari mendatang. Target kenaikan berikutnya berada di $89.800, dengan peluang penguatan lebih lanjut hingga $92.000. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, Bitcoin dapat turun ke level support $80.301. Tapi, dengan tingkat akumulasi yang tinggi, pasar tetap berada dalam kondisi yang menarik bagi investor.