Keterampilan Abad 21 Untuk Mahasiswa: Bekal Penting Masa Depan Karier
Jakarta, katakabar.com - Di era transformasi digital, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat. Perusahaan tidak lagi hanya mencari lulusan dengan nilai akademik yang tinggi, tetapi juga individu yang memiliki kemampuan berpikir kritis, mampu beradaptasi, berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara efektif. Inilah yang dikenal sebagai Keterampilan Abad 21 (21st Century Skills). Bagi mahasiswa, keterampilan ini menjadi bekal utama untuk menghadapi persaingan kerja, membangun karier, hingga menciptakan peluang usaha di masa depan. Lantaran itu, pengalaman kuliah seharusnya tidak hanya berfokus pada teori di ruang kelas, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan berbagai kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Apa Itu Keterampilan Abad 21? Keterampilan Abad 21 merupakan seperangkat kemampuan yang dibutuhkan seseorang agar mampu berkembang di tengah perubahan teknologi, ekonomi, dan sosial yang sangat dinamis. Keterampilan ini menjadi standar penting dalam dunia pendidikan dan dunia kerja karena membantu seseorang menjadi lebih adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. 1. Berpikir Kritis dan Problem Solving Kemampuan berpikir kritis membantu mahasiswa menganalisis suatu masalah secara objektif, mengevaluasi berbagai informasi, dan menemukan solusi yang tepat. Di dunia kerja, kemampuan ini sangat dibutuhkan ketika menghadapi tantangan yang kompleks, mengambil keputusan strategis, maupun meningkatkan efisiensi proses kerja. Mahasiswa dapat melatih kemampuan ini melalui diskusi kelas, penelitian, studi kasus, maupun proyek kolaboratif. 2. Kreativitas dan Inovasi Perusahaan saat ini menghargai individu yang mampu menghasilkan ide-ide baru dan menciptakan solusi inovatif. Kreativitas tidak hanya dibutuhkan dalam bidang desain atau seni, tetapi juga dalam bisnis, teknologi, pendidikan, hingga pelayanan publik. Mahasiswa dapat mengembangkan kreativitas melalui kegiatan organisasi, kompetisi, proyek kewirausahaan, maupun berbagai aktivitas yang mendorong eksplorasi ide baru. 3. Komunikasi yang Efektif Kemampuan menyampaikan ide secara jelas, baik secara lisan maupun tulisan, merupakan salah satu keterampilan yang paling dicari oleh perusahaan. Mahasiswa perlu terbiasa melakukan presentasi, menulis laporan, berdiskusi, hingga berkomunikasi secara profesional menggunakan media digital. Komunikasi yang baik juga membantu membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan maupun klien. 4. Kolaborasi dan Kerja Tim Sebagian besar pekerjaan saat ini dilakukan secara kolaboratif. Oleh karena itu, kemampuan bekerja sama dengan individu dari berbagai latar belakang menjadi nilai tambah yang sangat penting. Melalui kerja tim, mahasiswa belajar menghargai perbedaan pendapat, menyelesaikan konflik secara profesional, membangun kepercayaan, serta mencapai tujuan bersama. 5. Literasi Digital Perkembangan teknologi membuat hampir seluruh bidang pekerjaan memanfaatkan platform digital. Mahasiswa perlu memahami penggunaan teknologi, aplikasi produktivitas, analisis data dasar, keamanan digital, hingga pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab. Literasi digital yang baik akan meningkatkan produktivitas sekaligus membuka lebih banyak peluang karier di masa depan. 6. Adaptabilitas dan Kemampuan Belajar Sepanjang Hayat Perubahan industri membuat banyak pekerjaan berkembang bahkan berganti dalam waktu singkat. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki pola pikir untuk terus belajar (lifelong learning). Kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru, perubahan lingkungan kerja, serta tuntutan industri menjadi salah satu faktor penting agar tetap relevan sepanjang karier. 7. Kepemimpinan dan Tanggung Jawab Seorang pemimpin bukan hanya mereka yang memimpin organisasi, tetapi juga individu yang mampu mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Mahasiswa dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui organisasi kampus, kegiatan sosial, kepanitiaan, maupun berbagai program pengembangan diri. Bagaimana Mahasiswa Dapat Kembangkan Keterampilan Abad 21? Mengembangkan keterampilan ini membutuhkan pengalaman belajar yang aktif. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain: Aktif mengikuti organisasi dan komunitas kampus.Mengikuti program magang atau praktik industri.Berpartisipasi dalam seminar, workshop, dan pelatihan.Mengembangkan portofolio melalui proyek nyata.Meningkatkan kemampuan digital dan memanfaatkan teknologi terbaru.Membangun jaringan profesional sejak masih kuliah.Terus belajar melalui berbagai sumber, baik di dalam maupun di luar kampus. Memilih Kampus yang Mendukung Pengembangan Skill Selain usaha dari mahasiswa, lingkungan belajar juga memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk keterampilan Abad 21. Kampus yang menerapkan pembelajaran berbasis industri, memanfaatkan teknologi digital, serta memberikan pengalaman langsung di dunia kerja akan membantu mahasiswa menjadi lebih siap menghadapi tantangan karier. Satu University sebagai bagian dari Binus Higher Education menghadirkan pengalaman belajar modern melalui teknologi hybrid, kurikulum berbasis industri dan kewirausahaan, serta program enrichment yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman praktik di dunia profesional. Dengan dukungan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga membangun keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Saatnya Persiapkan Masa Depanmu Bersama Satu University Kesuksesan karier dimulai dari keputusan yang kamu ambil hari ini. Jika kamu ingin kuliah di kampus yang tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan Abad 21, pengalaman industri, dan pembelajaran berbasis teknologi, Satu University adalah pilihan yang tepat. 🌐 Kunjungi sekarang: www.satu.ac.id Daftarkan dirimu sekarang dan wujudkan masa depan karier yang lebih siap, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja bersama Satu University.
Catat! BPDP Umumkan Sepuluh Besar Finalis Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2025-2026
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah melaksanakan Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026. Program Lomba Riset Tingkat Mahasiswa bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para mahasiwa aktif tingkat Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh menjadi lebih aplikatif dalam bentuk penelitian untuk mewujudkan sawit Indonesia yang berkelanjutan. Terhadap empat puluh kelompok penelitian, telah dilakukan penilaian laporan akhir dan ditetapkan sepuluh kelompok finalis bakal mengikuti “Final Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2025-2026”. Putaran final ini dilakukan melalui presentasi dan pendalaman hasil penelitian untuk menentukan Juara I, II, dan III. Daftar 10 (sepuluh) kelompok Lomba Riset Tingkat Mahasiswa yang lolos ke putaran final.
Bhabinkamtibmas Bungur Bersama Warga Tanam Mangrove Bentengi Pesisir dari Abrasi
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Sempena memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 80 Tahun 2026, Bhabinkamtibmas Desa Bungur, Aipda Nanda, bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur, masyarakat, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan kegiatan penanaman pohon mangrove di Pulau Setahun, Desa Bungur, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan itu bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pantai melalui penanaman mangrove. Aipda Nanda mengatakan, penanaman mangrove tidak hanya bertujuan menghijaukan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan serta memperkuat perlindungan garis pantai dari ancaman abrasi. "Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, khususnya ekosistem pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menahan abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat berbagai biota pesisir," ujarnya. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program Green Policing yang diinisiasi oleh Kapolda Riau sebagai bagian dari penguatan kepedulian Polri terhadap pelestarian lingkungan. Selain melakukan penanaman bibit mangrove, peserta juga mengikuti sosialisasi mengenai fungsi dan manfaat hutan mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan mahasiswa diajak untuk bersama-sama menjaga, serta merawat pohon mangrove yang telah ditanam agar dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang. Pemerintah Desa (Pemdes) Bungur menyambut positif kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi antara Polri, masyarakat, serta mahasiswa KKN Universitas Riau dalam mendukung upaya pelestarian lingkungan di wilayah pesisir. Melalui kegiatan ini diharapkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian alam terus tumbuh, sehingga kawasan pesisir di Kabupaten Kepulauan Meranti tetap terjaga dari ancaman abrasi dan mampu memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat setempat.
Dari Eksplorasi di Kampus ke Karier Profesional: Kisah Mahasiswa Binus @Bandung
Bandung, katakabar.com - Berbagai pengalaman selama masa perkuliahan sering kali menjadi fondasi penting dalam membentuk arah karier seseorang di masa depan. Tidak hanya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dari keterlibatan dalam aktivitas organisasi, eksplorasi minat, hingga pengalaman internasional yang membuka perspektif baru. Pada konteks industri kreatif yang terus berkembang, proses ini menjadi semakin relevan untuk menyiapkan individu yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan beradaptasi dan berkembang di lingkungan profesional. Hal tersebut juga dialami oleh Felisitas Elisha Dominique, alumni dari salah satu program studi unggulan BINUS @Bandung yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV) New Media, yang kini berkarier sebagai Graphic Designer di WINGS Group. Perjalanan karier Felisitas tidak terlepas dari berbagai pengalaman yang ia jalani selama masa perkuliahan di Binus @Bandung. Mulai dari pembelajaran akademik, keikutsertaan dalam organisasi, hingga kesempatan mengikuti program study abroad, seluruh pengalaman tersebut menjadi proses penting dalam membentuk kemampuan dan pola pikirnya di bidang desain. Selama masa perkuliahan, Felisitas berkesempatan mengikuti program Study Abroad di Kyungsung University, Korea Selatan selama satu semester. Pengalaman belajar di lingkungan internasional ini memberikan perspektif baru, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga pemahaman lintas budaya. Meskipun menghadapi keterbatasan bahasa, Felisitas tetap aktif dalam berbagai kegiatan mahasiswa dan menjalani proses pembelajaran dengan antusias. Menurutnya, pengalaman ini membantunya memahami bahwa kreativitas dapat berkembang dari berbagai sudut pandang. Kesempatan untuk mengambil mata kuliah lintas jurusan selama program berlangsung juga semakin membuka wawasan dan memperkaya proses belajarnya secara lebih luas. Selain itu, Felisitas juga aktif dalam organisasi kampus sebagai bagian dari pengembangan diri di luar akademik. Ia pernah menjabat sebagai sekretaris di Keluarga Mahasiswa Katolik (KMK), serta aktif di Himpunan Mahasiswa DKV (HIMDKV) sebagai koordinator acara hingga dipercaya menjadi Ketua organisasi. Keterlibatan tersebut memberikan banyak pengalaman berharga, terutama dalam membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim. Pengalaman organisasi ini menjadi salah satu fondasi penting yang turut membentuk kesiapan dirinya dalam menghadapi lingkungan kerja profesional. Perjalanannya menuju dunia industri kemudian berlanjut ketika Felisitas mengikuti program internship di WINGS Group pada September 2023 selama lima bulan. Selama menjalani internship, ia menunjukkan performa yang konsisten dan mampu beradaptasi dengan tuntutan pekerjaan di industri. Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada kesempatan untuk bergabung sebagai karyawan tetap setelah masa magang berakhir. Bahkan di tengah proses menyelesaikan tugas akhir hingga wisuda, Felisitas tetap aktif berkarya dan terus mengembangkan kemampuan desainnya. Di Binus @Bandung, Felisitas merasakan bahwa kampus tidak hanya memberikan pembelajaran akademik, tetapi juga menghadirkan berbagai kesempatan untuk berkembang sesuai minat dan potensi masing-masing mahasiswa. Hal ini selaras dengan semangat Binus @Bandung sebagai Creative Technology & Entrepreneurship Campus, salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang mendorong mahasiswa untuk aktif mengeksplorasi kemampuan, mencoba hal baru, dan membangun pengalaman yang relevan dengan dunia industri. Menurut Felisitas, setiap kesempatan yang diberikan selama masa kuliah memiliki peran penting dalam membentuk perjalanan kariernya hingga saat ini. Ia meyakini bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh apa yang dipelajari, tetapi juga oleh keberanian untuk mengambil peluang yang ada. “BINUS akan memberikanmu banyak pilihan. Peranmu adalah memilih dan memanfaatkan segala yang disediakan,” ungkap Felisitas. Melalui kisahnya, Felisitas ingin mengajak mahasiswa untuk berani mencoba dan tidak ragu memanfaatkan setiap kesempatan yang ada selama masa perkuliahan. Baginya, pengalaman, proses belajar, dan keberanian untuk melangkah menjadi kunci dalam membentuk masa depan. Perjalanan Felisitas menjadi pengingat bahwa setiap langkah kecil yang diambil selama masa kuliah dapat menjadi fondasi penting dalam membangun karier profesional di masa depan.
Gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, BPDP Edukasi Mahasiswa Biar Paham Sawit
Denpasar, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) gelar GenSawit 2026 di Universitas Udayana, Denpasar, Bali. Kegiatan ini sebagai upaya peningkatan literasi generasi muda terkait sektor perkebunan. Pergelaran ini wadah edukasi bagi mahasiswa untuk memahami secara lebih komprehensif peran strategis industri kelapa sawit Indonesia, termasuk peluang, tantangan, serta arah pengembangannya di masa mendatang. Lebih dari 300 peserta mahasiswa mengikuti pergelaran dengan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, dan praktisi industri guna memberikan perspektif yang objektif, dan berbasis data mengenai sektor kelapa sawit Indonesia. Kepala Divisi Kerja Sama Kelembagaan BPDP, Aida Fitria, menerangkan GenSawit di antara upaya BPDP dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit yang memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurutnya, kelapa sawit menjadi salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Hingga tahun 2025, luas perkebunan sawit Indonesia mencapai sekitar 16,8 juta hektar, dengan sekitar 42 persen di antaranya dikelola oleh perkebunan rakyat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sawit bukan hanya industri berskala besar, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia. "Indonesia saat ini masih menjadi produsen minyak sawit terbesar di dunia dengan produksi sekitar 46,5 juta ton pada tahun 2025, menghasilkan devisa sekitar US$30,5 miliar, serta menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 19,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung," jelasnya. Selain berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tambah Aida, industri sawit juga mendukung ketahanan energi melalui implementasi program biodiesel B40 sebagai bagian dari upaya transisi energi yang lebih berkelanjutan dan pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil. Pada pergelaran tersebut, Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, menjabarkan materi mengenai peran komoditas kelapa sawit dalam perekonomian nasional serta pentingnya pembangunan industri sawit yang berkelanjutan (sustainable). Dalam pemaparannya, Prof. Yanto bedah komoditas kelapa sawit memiliki kontribusi besar mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan devisa negara, hingga penguatan ekonomi daerah. Di sisi lain, kupasnya, aspek keberlanjutan juga menjadi faktor penting agar industri sawit mampu terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan. Sedang, Djono Albar Burhan, Ketua Departemen SDM dan Hubungan Internasional DPP APKASINDO, menguraimateri mengenai manfaat dan peran kelapa sawit bagi petani Indonesia. Kata Djono, industri sawit tidak hanya berkaitan dengan perusahaan besar, tetapi juga melibatkan jutaan petani rakyat yang menggantungkan penghidupannya pada sektor tersebut. "Keberadaan sawit memberikan manfaat ekonomi yang luas melalui peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan pekerjaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. Lebih lanjut," terangnya. Djono menekankan pentingnya dukungan terhadap petani melalui peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan industri sawit yang berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Melalui paparan para narasumber, peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai sektor sawit, mulai dari kontribusinya terhadap perekonomian nasional hingga manfaatnya bagi masyarakat dan petani Indonesia," harapnya. BPDP menginginkan lewat kegiatan GenSawit ini generasi muda tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi melalui inovasi, penelitian, teknologi, dan penguatan narasi berbasis data. Kegiatan GenSawit 2026 diharapkan mampu memperluas wawasan peserta, meningkatkan kepedulian terhadap sektor perkebunan, serta mendorong lahirnya ide, dan kontribusi nyata bagi masa depan industri sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Peringati 28 Tahun Reformasi, Cipayung Plus Kota Medan Turun ke Jalan: Menagih Keadilan HAM dan Kesejahteraan Rakyat
Dua puluh delapan tahun reformasi berlalu, namun jeritan keadilan masih terdengar dari lorong-lorong sejarah bangsa ini
BEM FEB Unilak Gandeng Densus 88, Perkuat Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital Mahasiswa
Pekanbaru, katakabar.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (BEM FEB Unilak) resmi jalin kerja sama strategis bersama Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 Antiteror Polri sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan meningkatkan literasi digital di kalangan mahasiswa. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukatif dan dialog kebangsaan yang berlangsung di lingkungan kampus, Selasa (12/5). Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, pengurus organisasi kampus, serta unsur akademik yang antusias mengikuti diskusi mengenai pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di kegiatan tersebut, Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam menangkal penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan informasi menyesatkan di era digital. Selain membahas penguatan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini juga mengangkat isu literasi digital sebagai salah satu langkah preventif menghadapi ancaman penyalahgunaan media sosial dan penyebaran konten negatif yang dapat memecah belah persatuan bangsa. Pihak BEM FEB Unilak menyambut baik kerja sama tersebut dan menilai sinergi antara dunia akademik dan aparat penegak hukum menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, kritis, serta memiliki semangat nasionalisme yang kuat. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa agar semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, menghargai perbedaan, serta bijak dalam menggunakan media digital,” ujar salah satu pengurus BEM FEB Unilak. Kegiatan berlangsung suasana interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta aktif berdialog dan menyampaikan pandangan terkait tantangan generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Melalui kerja sama ini, BEM FEB Unilak dan Tim Pencegahan Satgaswil Riau Densus 88 berharap dapat terus membangun kesadaran kolektif mahasiswa dalam memperkuat semangat kebangsaan serta menciptakan ruang akademik yang damai, inklusif, dan bebas dari pengaruh paham ekstremisme.
BPDP Dorong Kewirausahaan Komoditas Perkebunan Latih Pelaku UMKM dan Mahasiswa di Sidoarjo
Sidoarjo, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebagai Badan Layanan Umum Kemenkeu terus perkuat peran strategisnya lewat pengembangan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan di Indonesia. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi yang menyasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sidoarjo pada 29 hingga 30 April 2026 lalu. Kegiatan ini diikuti 60 pengusaha UMKM Sidoarjo, dan 40 mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA), khususnya dari program studi Teknologi Hasil Pertanian dan Agroteknologi. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kewirausahaan berbasis komoditas unggulan perkebunan seperti sawit, kakao, dan kelapa. Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M Mustangin, mengatakan pentingnya kolaborasi antara dunia akademik dan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi produk yang bernilai tambah tinggi terutama produk berbahan hasil perkebunan. Kolaborasi antara pegiat UMKM dan akademisi adalah kekuatan besar yang tidak bisa dipisahkan. UMKM memiliki pengalaman pasar dan kepekaan terhadap kebutuhan konsumen, sementara akademisi membawa inovasi, riset, dan teknologi. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM , Helmi Muhansyah, menegaskan pentingnya hilirisasi komoditas perkebunan melalui penguatan sektor UMKM. “BPDP tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana, tetapi juga terus berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan promosi wirausaha berbahasis komoditas Perkebunan khususnya sawit, kakao dan kelapa, kami berharap kegiatan seperti ini akan mendorong munculnya pengusaha UMKM dan menginspirasi mahasiswa berwirausaha berbahan sawit, kakao dan kelapa di Sidoarjo," jelas Helmi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sidoarjo, M Edi Kurniadi, menyoroti potensi besar UMKM lokal dalam mendukung perekonomian daerah. Ia juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah dalam hal ini BPDP dan Politeknik LPP selaku Lembaga Pendidikan dalam meningkatkan daya saing produk UMKM berbasis komoditas perkebunan. “Kami percaya meski di daerah kami tidak terdapat sentra Perkebunan sawit, dengan adanya kegiatan ini pegiat UKM akan dapat memunculkan ide baru untuk produk berbahan sawit’," ucap Edi Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendorong penguatan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan di tingkat akar rumput. Melalui kolaborasi strategis bersama Politeknik LPP Yogyakarta, program ini tidak hanya menghadirkan transfer knowledge tapi mendorong produk UMKM Perekebunan akan lebih mudah dikenal dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
Jadi Pengedar 'Barang Haram' di Perawang Siak, Mahasiswa Ditangkap
Pemuda ini ditangkap di Jalan Lintas Perawang – Okura tepatnya di Kampung Maredan pada Senin (13/4) malam. Barang bukti sabu seberat 50,1 gram berhasil disita petugas dari pelaku.
Mahasiswa Binus @Bekasi Perluas Wawasan Global Lewat Program Study Abroad di Turki
Bekasi, katakabar.com - Di era globalisasi, pengalaman belajar lintas negara menjadi salah satu nilai tambah penting bagi mahasiswa guna persiapkan diri hadapi dunia kerja yang semakin kompetitif. Tidak hanya memperkaya wawasan akademik, pengalaman internasional juga membentuk kemampuan adaptasi, kemandirian, serta pola pikir global yang dibutuhkan di masa depan. Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan global experience bagi mahasiswa, Binus University melalui program Study Abroad memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan langsung sistem pembelajaran di luar negeri. Hal ini diwujudkan melalui pengalaman Sekarnindhita Dyaningsari Budoyo, mahasiswa Psikologi Binus @Bekasi, yang menjalani semester 7 di Kadir Has University, Istanbul, Turki. Kesempatan ini menjadi langkah berani bagi Sekar untuk keluar dari zona nyaman dan merasakan pengalaman belajar dalam lingkungan internasional yang berbeda, baik secara budaya maupun akademik. Selama menjalani program tersebut, Sekar menghadapi berbagai tantangan, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, perbedaan bahasa, hingga kondisi cuaca yang berbeda dari Indonesia. Tinggal jauh dari keluarga juga menjadi pengalaman yang membentuk kemandirian serta ketahanan diri dalam menghadapi situasi baru. Tetapi di balik tantangan tersebut, Sekar memperoleh pengalaman berharga yang memperluas cara pandangnya. Proses pembelajaran yang interaktif serta interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara memberikan perspektif baru, baik pada konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari. “Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Ketika peluang itu ada, kita harus siap untuk melangkah,” ujar Sekar. Pengalaman ini tidak terlepas dari dukungan Binus @Bekasi yang secara aktif mendampingi mahasiswa, mulai dari penyediaan informasi, proses administrasi, hingga pendampingan selama program berlangsung. Dukungan tersebut memastikan mahasiswa dapat menjalani pengalaman study abroad dengan optimal dan terarah. Melalui positioning sebagai kampus Business, Service, and Technology atau yang dikenal sebagai kampus BEKEN, Binus @Bekasi terus mendorong mahasiswa untuk berani mengambil peluang global, sekaligus mempersiapkan mereka menjadi individu yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia internasional. Dengan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dan jaringan global yang luas, Binus @Bekasi membuka jalan bagi mahasiswa untuk tidak hanya belajar di dalam negeri, tetapi juga merasakan pengalaman internasional yang membentuk masa depan mereka.