deGaiya

Sorotan terbaru dari Tag # deGaiya

Selain Jual Beli, Kini Berburu Tas Branded Bisa Lewat Lelang Rutin deGaiya Tiap Senin dan Kamis Serba Serbi
Serba Serbi
Rabu, 01 Juli 2026 | 16:05 WIB

Selain Jual Beli, Kini Berburu Tas Branded Bisa Lewat Lelang Rutin deGaiya Tiap Senin dan Kamis

Jakarta, katakabar.com - deGaiya hadirkan Luxury Bag Auction rutin tiap Senin dan Kamis melalui Instagram @degaiya.id. Program ini memberikan kesempatan bagi pecinta tas branded untuk mendapatkan luxury bag impian dengan sistem lelang yang mudah, transparan, dan interaktif. Perkembangan pasar luxury preloved di Indonesia mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam cara masyarakat memperoleh barang-barang premium. Tidak lagi terbatas pada transaksi jual beli konvensional, kini pecinta tas branded juga dapat mengikuti Luxury Bag Auction yang diselenggarakan secara rutin oleh deGaiya setiap hari Senin dan Kamis melalui Instagram @degaiya.id. Program ini menjadi bagian dari upaya deGaiya untuk membangun ekosistem luxury yang lebih modern, transparan, dan mudah diakses. Melalui sistem bidding secara online, peserta memiliki kesempatan mendapatkan tas branded autentik dengan harga yang kompetitif, sekaligus menikmati pengalaman berburu luxury item yang lebih interaktif. Lady Gaiya, Silvia Lie, mengatakan konsep lelang ini hadir untuk memberikan alternatif baru bagi masyarakat yang ingin memiliki tas branded tanpa harus selalu membeli dengan harga retail. "Luxury bukan hanya soal kepemilikan, tetapi juga tentang bagaimana mendapatkan nilai terbaik. Melalui Luxury Bag Auction, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih seru, transparan, dan memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk membawa pulang tas impian mereka," kata Silvia Lie. Setiap sesi lelang menghadirkan koleksi yang berbeda, mulai dari brand internasional seperti Hermès, Chanel, Louis Vuitton, Dior, Prada, Gucci, Goyard, Balenciaga, Bottega Veneta, Celine, hingga Yves Saint Laurent. Dengan variasi koleksi tersebut, peserta memiliki lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan maupun preferensi gaya. Lebih dari Sekadar Lelang Selain menghadirkan program lelang rutin, deGaiya juga menyediakan berbagai layanan yang mendukung kebutuhan pemilik luxury goods dalam satu platform. Melalui https://degaiya.com, pelanggan dapat menikmati layanan: - Buy (membeli koleksi luxury)Sell (menjual tas branded)Consign (titip jual) - Authentication untuk membantu memastikan keaslian produk. - Pawn (Gadai) melalui ekosistem bersama deGadai bagi pemilik luxury goods yang membutuhkan solusi pendanaan tanpa harus langsung menjual asetnya. Konsep tersebut menjadikan deGaiya bukan hanya sebagai marketplace luxury, tetapi juga sebagai destinasi yang menghubungkan berbagai kebutuhan pemilik barang branded dalam satu ekosistem. "Kami ingin ketika seseorang memiliki luxury bag, mereka tahu harus ke mana. Ingin membeli ada, ingin menjual ada, ingin titip jual ada, ingin mengikuti lelang juga ada. Bahkan ketika membutuhkan dana cepat tanpa melepas kepemilikan barang, tersedia solusi melalui ekosistem deGadai," tambah Silvia Lie. Cara Mengikuti Luxury Bag Auction Mengikuti lelang di deGaiya sangat mudah. Peserta hanya perlu: Follow Instagram @degaiya.id. Like postingan lelang yang sedang berlangsung. Tulis nominal penawaran pada kolom komentar. Share atau repost postingan untuk membantu memperkenalkan program kepada komunitas luxury enthusiast. Pemenang akan ditentukan berdasarkan penawaran tertinggi yang memenuhi syarat dan ketentuan pada waktu penutupan lelang. Dengan penyelenggaraan rutin setiap Senin dan Kamis, deGaiya berharap Luxury Bag Auction dapat menjadi agenda mingguan yang dinantikan oleh para pencinta luxury di Indonesia sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap produk-produk premium melalui mekanisme yang aman, transparan, dan menyenangkan.

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:15 WIB

Pasar Preloved Luxury Makin Panas, deGaiya Hadir Ekosistem Baru Barang Mewah Original di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity Tren pasar preloved luxury di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat kelas menengah atas dan affluent. Barang-barang seperti tas Hermès, Chanel, Dior, hingga jam tangan Rolex dan Patek Philippe kini tidak lagi dipandang sekadar simbol gaya hidup, tetapi mulai dianggap sebagai bagian dari alternative asset yang memiliki nilai ekonomi nyata. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya harga retail barang mewah di boutique resmi, waiting list yang semakin panjang, serta terbatasnya akses terhadap produk-produk tertentu. Tidak sedikit kolektor dan pecinta luxury kini mulai melihat barang mewah sebagai aset yang memiliki potensi mempertahankan nilai bahkan mengalami apresiasi. Di tengah kondisi tersebut, pasar preloved luxury justru mengalami peningkatan aktivitas yang cukup agresif, baik secara global maupun di Indonesia. Barang-barang luxury original dengan kondisi baik kini semakin dicari karena dianggap lebih realistis dibanding membeli baru dengan harga retail yang terus meningkat. Pengamat industri luxury menyebut perubahan ini bukan lagi sekadar tren sementara. “Luxury goods sekarang mulai diperlakukan seperti collectible assets. Orang membeli bukan hanya untuk dipakai, tetapi juga mempertimbangkan value retention dan liquidity,” ujar seorang pengamat pasar luxury di Jakarta. Perubahan pola pikir tersebut membuat ekosistem luxury resale di Indonesia berkembang lebih modern. Masyarakat kini semakin memperhatikan aspek autentikasi, histori barang, hingga kredibilitas seller sebelum melakukan transaksi. Hal ini juga mendorong munculnya platform-platform yang lebih fokus pada curated luxury ecosystem, salah satunya melalui kehadiran deGaiya, unit preloved luxury ecosystem yang merupakan mitra dari deGadai. Berbeda dengan marketplace biasa, deGaiya hadir dengan pendekatan yang lebih eksklusif dan terkurasi. Produk-produk yang tersedia berasal dari barang luxury original dengan proses seleksi dan pengecekan tertentu sebelum dipasarkan kembali. Menariknya, sebagian barang yang tersedia di deGaiya berasal dari aset luxury yang sebelumnya berada dalam sistem gadai dan tidak ditebus kembali oleh pemiliknya atau dikenal sebagai gagal tebus. Kondisi ini membuat deGaiya mampu menghadirkan berbagai luxury items original dengan harga yang dinilai lebih kompetitif dibanding pasar retail. Di tengah naiknya harga barang mewah global, kondisi tersebut justru membuka peluang baru bagi masyarakat yang ingin mulai masuk ke dunia luxury dengan harga yang lebih rasional. Tas-tas seperti Chanel Classic Flap, Louis Vuitton, hingga berbagai jam tangan Swiss kini semakin diminati di pasar preloved karena ketersediaannya yang semakin terbatas di boutique resmi. Selain faktor harga, banyak pembeli kini juga mulai melihat barang luxury preloved sebagai bentuk smart luxury consumption. “Sekarang orang lebih realistis. Selama barang original, kondisinya bagus, dan value-nya masih kuat, preloved justru semakin menarik,” timpal seorang kolektor tas luxury di Jakarta Selatan. Tidak hanya menjadi tempat jual beli barang mewah original, ekosistem seperti deGaiya juga dinilai memperlihatkan bagaimana luxury market di Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih matang. Masyarakat affluent kini tidak lagi sekadar membeli luxury untuk konsumsi, tetapi mulai memahami aspek asset value, resale market, hingga liquidity dari barang yang mereka miliki. Fenomena ini juga berkaitan erat dengan meningkatnya penggunaan layanan financial flexibility berbasis aset luxury seperti gadai barang mewah. Alih-alih menjual koleksi secara permanen ketika membutuhkan cashflow jangka pendek, sebagian pemilik aset kini memilih menggunakan layanan gadai luxury agar ownership tetap terjaga. Pada konteks tersebut, deGadai dan deGaiya dinilai membentuk kemitraan  yang saling melengkapi. Di satu sisi, deGadai memberikan solusi likuiditas berbasis aset luxury secara privat dan cepat. Di sisi lain, deGaiya menjadi bagian dari luxury resale ecosystem yang terus berkembang. Di tengah market yang semakin dinamis, luxury goods kini tidak lagi hanya berbicara soal prestige dan gaya hidup. Bagi sebagian masyarakat, tas dan jam tangan mewah telah berubah menjadi bagian dari strategi pengelolaan aset modern. Dan ketika akses terhadap barang luxury semakin sulit serta harga retail terus meningkat, pasar preloved luxury tampaknya akan menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.